Scroll untuk baca artikel
BKKBNBKKBN SULTRADPPKB KONSELPenyuluh KB

Edukasi Ayah tentang Dukungan Kehamilan dan KBPP, Penyuluh KB Ranomeeto Gelar Kelas Ayah Teladan

2
×

Edukasi Ayah tentang Dukungan Kehamilan dan KBPP, Penyuluh KB Ranomeeto Gelar Kelas Ayah Teladan

Sebarkan artikel ini

Konawe Selatan. RedaksiSultra.Com – Peran ayah tidak berhenti pada memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kehadiran, dukungan, dan keterlibatan ayah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, persalinan, masa nifas hingga menentukan pilihan kontrasepsi pascapersalinan.

Pesan tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Kelas Ayah Teladan yang digelar Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Ranomeeto berkolaborasi dengan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Sriatin, S.Tr.Keb., Kamis (17/9/2026).

<img class="alignnone size-full wp-image-807" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/07/ucapan-hari-id-adha.webp" alt="" width="928" height="1150" />
<img class="alignnone size-full wp-image-914" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/09/hari-kejaksaan.webp" alt="" width="1200" height="1600" />

Kegiatan yang berlangsung di TPMB Sriatin, S.Tr.Keb., Jalan Mawar, Desa Kota Bangun, tersebut memberikan edukasi kepada para ayah sebagai kepala keluarga mengenai pentingnya keterlibatan mereka dalam mendampingi istri pada setiap tahapan kehamilan hingga pascapersalinan.

Penyuluh KB Ranomeeto, Paskaria Bita B., S.Si., mengatakan Kelas Ayah Teladan menjadi ruang edukasi untuk mendorong perubahan pola pikir bahwa kesehatan ibu dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu.

“Ayah memiliki peran besar dalam memastikan ibu mendapatkan dukungan selama hamil, menghadapi persalinan, menjalani masa nifas, hingga menentukan pilihan KB pascapersalinan. Dukungan ayah bukan sekadar menemani, tetapi ikut memahami kebutuhan ibu dan terlibat dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga,” ujar Paskaria.

Menurutnya, keterlibatan ayah sejak masa kehamilan juga penting untuk membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri. Dengan komunikasi yang baik, berbagai keputusan terkait kesehatan ibu, persalinan, maupun perencanaan kehamilan berikutnya dapat dibicarakan dan disepakati bersama.

Paskaria menambahkan, edukasi tersebut juga diarahkan agar para ayah memahami pentingnya KB Pasca Persalinan (KBPP) sebagai bagian dari perencanaan keluarga.

“Keputusan penggunaan KBPP idealnya dibicarakan bersama antara suami dan istri dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan serta kebutuhan keluarga. Ayah harus hadir dalam proses tersebut, bukan menyerahkan seluruh keputusan kepada istri,” tegasnya.

Sementara itu, Bidan Sriatin, S.Tr.Keb., mengatakan keterlibatan suami sangat dibutuhkan karena ibu membutuhkan dukungan fisik maupun emosional, terutama ketika menghadapi kehamilan, persalinan dan masa nifas.

“Kami berharap melalui Kelas Ayah Teladan, para suami semakin memahami bahwa mendampingi istri adalah bagian dari tanggung jawab keluarga. Ayah perlu aktif memberikan dukungan, membantu memenuhi kebutuhan ibu, serta ikut berkonsultasi mengenai kesehatan ibu dan pilihan KB setelah persalinan,” ungkap Sriatin.

Ia menilai kolaborasi antara tenaga kesehatan dan Penyuluh KB penting untuk memperluas pemahaman keluarga mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

Kegiatan Kelas Ayah Teladan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang lebih siap dalam menghadapi kehamilan, persalinan, masa nifas, serta merencanakan kehamilan secara sehat dan terencana.

Melalui keterlibatan ayah yang lebih aktif, diharapkan keputusan-keputusan penting dalam kesehatan ibu dan anak dapat dilakukan secara bersama, terinformasi, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Laporan : Hartato