Scroll untuk baca artikel
BKKBNDPPKB KONSELPenyuluh KB

Perkuat Edukasi Kependudukan, Penyuluh KB Palangga Selatan Koordinasikan Penetapan SSK di SMPN Satap 8 Konsel

3
×

Perkuat Edukasi Kependudukan, Penyuluh KB Palangga Selatan Koordinasikan Penetapan SSK di SMPN Satap 8 Konsel

Sebarkan artikel ini

Konsel. Redaksi Sultra.Com – Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap isu kependudukan terus diperkuat di Kabupaten Konawe Selatan. Salah satunya melalui rencana penetapan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMPN Satap 8 Konawe Selatan.

Langkah tersebut ditandai dengan koordinasi antara Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Palangga Selatan bersama pihak sekolah yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026.

<img class="alignnone size-full wp-image-807" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/07/ucapan-hari-id-adha.webp" alt="" width="928" height="1150" />
<img class="alignnone size-full wp-image-914" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/09/hari-kejaksaan.webp" alt="" width="1200" height="1600" />

Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi kependudukan secara lebih dekat dengan dunia pendidikan. Siswa tidak hanya diarahkan memahami persoalan kependudukan, tetapi juga dibekali wawasan mengenai pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pentingnya mempersiapkan masa depan.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Palangga Selatan, Nasir, S.IP, mengatakan sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan pemahaman kependudukan sejak dini.
“Kami melihat sekolah sebagai tempat yang sangat strategis untuk membangun kesadaran kependudukan bagi generasi muda. Karena itu, koordinasi ini kami lakukan sebagai langkah awal menuju penetapan SMPN Satap 8 sebagai Sekolah Siaga Kependudukan,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, keberadaan SSK diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal berbagai persoalan kependudukan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
Ia menyebut, pemahaman tersebut penting agar remaja memiliki bekal dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait pendidikan, kesehatan, pergaulan, hingga perencanaan kehidupan di masa mendatang.

“Harapan kami, melalui SSK ini siswa semakin memahami bahwa persoalan kependudukan bukan hanya tentang jumlah penduduk, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, keluarga dan masa depan generasi muda,” jelasnya.

Nasir menambahkan, Penyuluh KB Kecamatan Palangga Selatan siap membangun kolaborasi dengan pihak sekolah untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.
Sekolah Siap Dukung Program SSK
Kepala SMPN Satap 8 Konawe Selatan, Hamran, S.Pd, menyambut positif rencana penetapan SSK di sekolah yang dipimpinnya.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebutuhan peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan yang tidak hanya berkaitan dengan mata pelajaran, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan persiapan masa depan.

“Kami menyambut baik rencana penetapan Sekolah Siaga Kependudukan ini. Bagi kami, program ini memberikan nilai positif karena siswa akan mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai kependudukan dan bagaimana mempersiapkan masa depan mereka,” kata Hamran.

Ia menegaskan, pihak sekolah siap mendukung proses penetapan hingga pelaksanaan program SSK di lingkungan sekolah.

“Kami siap berkolaborasi dengan Penyuluh KB. Kami berharap nantinya program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari kegiatan pendidikan di sekolah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik,” ungkapnya.

Hamran berharap kehadiran SSK dapat mendorong siswa menjadi generasi yang lebih sadar terhadap persoalan kependudukan dan memiliki perencanaan kehidupan yang lebih baik.
Koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal membangun sinergi antara Penyuluh KB dan satuan pendidikan dalam memperkuat edukasi kependudukan di kalangan remaja.

Melalui program SSK, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian terhadap pembangunan kependudukan dan keluarga berkualitas.

Laporan : Hartato