Scroll untuk baca artikel
BKKBNDPPKB KONSELPenyuluh KB

Tingkatkan Kapasitas Kader, Penyuluh KB Andoolo Gelar Penguatan Tim Pendamping Keluarga

9
×

Tingkatkan Kapasitas Kader, Penyuluh KB Andoolo Gelar Penguatan Tim Pendamping Keluarga

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN, RedaksiSultra.Com- Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa semakin dituntut untuk responsif dalam mengawal dan mendampingi keluarga. Menjawab kebutuhan tersebut, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Andoolo memperkuat kapasitas para kader TPK melalui kegiatan peningkatan kapasitas kader.

Kegiatan tersebut digelar di Balai Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Selasa (15/9/2026), dan diikuti kader TPK se-Kecamatan Andoolo. Peningkatan kapasitas ini tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman, koordinasi, dan kesiapan kader dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga yang ditemui di lapangan.

<img class="alignnone size-full wp-image-807" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/07/ucapan-hari-id-adha.webp" alt="" width="928" height="1150" />
<img class="alignnone size-full wp-image-914" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/09/hari-kejaksaan.webp" alt="" width="1200" height="1600" />

Kader TPK memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu unsur yang bersentuhan langsung dengan keluarga di tingkat desa. Karena itu, kemampuan kader dalam melakukan komunikasi, pendampingan, identifikasi masalah, hingga koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian penting dalam keberhasilan program pembangunan keluarga.

Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Sabar Supriyadi, A.Md.Komp, mengatakan peningkatan kapasitas kader harus dipandang sebagai kebutuhan utama agar tugas pendampingan tidak berhenti pada aktivitas administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi keluarga.

“TPK merupakan ujung tombak pendampingan keluarga di lapangan. Karena itu, kader harus memiliki kapasitas dan pemahaman yang memadai. Pendampingan bukan hanya soal hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana kader mampu mengenali persoalan keluarga dan mengarahkan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat,” tegas Supriyadi.

Ia menilai, tantangan pendampingan keluarga di tingkat masyarakat terus berkembang sehingga kader membutuhkan pembekalan dan penguatan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kader TPK juga perlu membangun komunikasi yang aktif dengan Penyuluh KB agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Hasanuddin, S.Si, menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader harus dibarengi dengan koordinasi dan kerja bersama yang konsisten.

“Kami ingin seluruh kader TPK memiliki persepsi dan pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas. Jangan sampai kader berjalan sendiri. Penyuluh KB dan TPK harus menjadi satu kesatuan dalam melakukan pendampingan keluarga di wilayah kerja masing-masing,” ujar Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, kader yang memiliki kapasitas kuat akan lebih mudah membangun komunikasi dengan keluarga sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Kekuatan program di lapangan sangat ditentukan oleh bagaimana kita membangun koordinasi. Kader berada paling dekat dengan masyarakat, sementara Penyuluh KB memiliki fungsi pembinaan dan penguatan. Kalau ini berjalan bersama, pendampingan keluarga akan jauh lebih efektif,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan dalam praktik pendampingan di lapangan.
Para kader TPK didorong untuk semakin aktif melakukan komunikasi dengan keluarga sasaran, mencatat dan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan, serta membangun koordinasi dengan Penyuluh KB dan unsur terkait lainnya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, Penyuluh KB Kecamatan Andoolo menargetkan TPK mampu menjalankan fungsi pendampingan secara lebih terarah, aktif dan responsif, sehingga keberadaan kader benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga di wilayah Kecamatan Andoolo.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Penyuluh KB Kecamatan Andoolo untuk terus memperkuat kualitas sumber daya kader sebagai bagian penting dalam mengawal program pembangunan keluarga di tingkat masyarakat.

Reporter: Adi Jaya Saputra