RedaksiSultra.Com-Konsel.Menanggapi pernyataan dari lembaga kontrol yang menyebut bahwa Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang tidak bekerja secara optimal dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Konsel Aminudin, S.H.,M.H menyampaikan keterangan persnya pada media ini melalui sambungan Via WhatsApp Aminudin memberikan klarifikasi resminya, Senin (08/06/26).
Aminudin menegaskan bahwa KPAD Konsel tetap menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, meskipun dihadapkan pada keterbatasan minimnya anggaran dan sarana operasional.
“Walaupun di tengah minimnya anggaran, kami tetap bekerja secara profesional. Terkait tanggapan lambatnya penanganan kasus kekerasan terhadap anak, hal tersebut disebabkan oleh beberapa kendala, terutama tidak adanya kendaraan operasional maupun dari segi anggaran operasional. Namun perlu diketahui, kami tetap bekerja dan berkomitmen menjalankan tugas perlindungan anak,” tegas Aminudin.
Lebih lanjut, Aminudin menjelaskan bahwa KPAD Konsel tidak hanya mengandalkan koordinasi dengan aparat penegak hukum seperti Polres dan Polsek, serta instansi terkait seperti DP3A. KPAD juga menjalin koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara langsung dan tepat sasaran.
“Kami turun langsung ke lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan perlindungan terhadap anak, baik yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual maupun anak yang berisiko putus sekolah. Ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberikan pendampingan, termasuk pemulihan trauma yang dialami korban,” lanjutnya.
KPAD Konsel juga menaruh perhatian khusus terhadap anak-anak yang mengalami perlakuan diskriminatif di lingkungan pendidikan, sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga hak-hak anak.
Dengan klarifikasi ini, KPAD Konsel berharap semua pihak dapat memahami kondisi yang ada serta terus bersinergi dalam upaya perlindungan anak di Konawe Selatan,” tutupnya.
Laporan:Red







