Scroll untuk baca artikel
Konawe Selatan

Balai Penyuluh KB Angata Gelar Penyuluhan di Desa Puunggoni, Dorong Keluarga Sehat dan Sejahtera

2
×

Balai Penyuluh KB Angata Gelar Penyuluhan di Desa Puunggoni, Dorong Keluarga Sehat dan Sejahtera

Sebarkan artikel ini
kegiatan penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) yang digelar Balai Desa Puunggoni, Kecamatan Angata, Konawe Selatan, Senin (10/8/2026).

Redaksi Sultra.Com-KONSEL. Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Angata terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan program Keluarga Berencana (KB). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Puunggoni, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (10/8/2026).

Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan informasi kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur, terkait pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pemilihan metode kontrasepsi yang tepat.

<img class="alignnone size-full wp-image-807" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/07/ucapan-hari-id-adha.webp" alt="" width="928" height="1150" />

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya mengatur jarak dan jumlah kelahiran sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Penyuluh KB Desa Puunggoni, Desi Santri, S.KM, mengatakan program KB perlu dipahami secara lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, KB bukan semata-mata berkaitan dengan pembatasan jumlah anak, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang terencana dan berkualitas.

“Program KB bukan hanya tentang mengatur jumlah anak, tetapi bagaimana keluarga dapat merencanakan kehidupan yang lebih baik, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta mempersiapkan masa depan keluarga,” ujar Desi Santri.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pasangan usia subur, untuk tidak ragu berkonsultasi dengan penyuluh maupun tenaga kesehatan sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi.

“Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan Angata, Aena, S.Si, menegaskan bahwa penyuluhan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan keluarga.

Menurut Aena, keberhasilan program KB tidak dapat dilakukan hanya oleh penyuluh, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta keterlibatan aktif keluarga.

“Kami terus mendorong agar edukasi tentang program KB dilakukan secara aktif sampai ke tingkat desa. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar dan mudah dipahami sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan keluarganya,” kata Aena.

Ia berharap kegiatan penyuluhan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat Desa Puunggoni semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga. Dengan keluarga yang direncanakan dengan baik, kita dapat bersama-sama mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera,” tambahnya.

Edukasi dan Konsultasi

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi penyuluhan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan program KB dan kesehatan keluarga.

Kehadiran masyarakat, khususnya ibu-ibu dan pasangan usia subur, menunjukkan pentingnya ruang edukasi yang memungkinkan warga memperoleh informasi secara langsung dari penyuluh.

Melalui kegiatan tersebut, Balai Penyuluh KB Kecamatan Angata berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga semakin meningkat.

Program KB juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mengatur jarak kelahiran, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta mempersiapkan masa depan keluarga.

Dengan sinergi antara penyuluh KB, pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan dan masyarakat, program pembangunan keluarga di Kecamatan Angata diharapkan dapat berjalan semakin optimal.

Laporan:  Tim Redaksi