Scroll untuk baca artikel
BKKBN SULTRADPPKB KONSELPenyuluh KB

Angkat Kearifan Lokal, Penyuluh KB Basala Dampingi BKB Mutiara Teporombua Berlaga di Lomba APE Tingkat Sultra

2
×

Angkat Kearifan Lokal, Penyuluh KB Basala Dampingi BKB Mutiara Teporombua Berlaga di Lomba APE Tingkat Sultra

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN- REDAKSISULTRA.COM-Kreativitas kader Bina Keluarga Balita (BKB) Mutiara Desa Teporombua, Kecamatan Basala, Kabupaten Konawe Selatan, mendapat apresiasi melalui keikutsertaannya dalam Lomba Kreasi Alat Permainan Edukatif (APE) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 September 2026 di Desa Teporombua, Kecamatan Basala, tersebut menjadi momentum bagi kader BKB Mutiara untuk memperkenalkan alat permainan edukatif yang tidak hanya menarik bagi anak usia dini, tetapi juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Tenggara.

<img class="alignnone size-full wp-image-807" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/07/ucapan-hari-id-adha.webp" alt="" width="928" height="1150" />
<img class="alignnone size-full wp-image-914" src="http://redaksisultra.com/wp-content/uploads/2026/09/hari-kejaksaan.webp" alt="" width="1200" height="1600" />

Dalam lomba tersebut, BKB Mutiara Teporombua mengangkat konsep APE berbentuk puzzle yang memperkenalkan sejumlah unsur budaya dan kekayaan daerah, yakni Kalosara, Tari Lulo, serta satwa endemik Sulawesi Tenggara, Anoa.

Konsep tersebut dirancang sebagai media pembelajaran yang memungkinkan anak usia dini belajar sambil bermain. Melalui permainan puzzle, anak-anak diperkenalkan sejak dini terhadap budaya daerah sekaligus mengenal lingkungan dan kekayaan hayati yang menjadi bagian dari identitas Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Penyuluh KB Kecamatan Basala dalam mendorong kader BKB agar semakin kreatif dalam mengembangkan kegiatan pembinaan keluarga yang memiliki anak usia dini.

Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Basala, I Putu Suastika, STP, mengatakan bahwa keterlibatan BKB Mutiara Teporombua dalam lomba tersebut merupakan bentuk kreativitas kader dalam mengembangkan media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak.

“Kami mendorong kader BKB untuk tidak hanya membuat alat permainan yang menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan memperkenalkan kearifan lokal kepada anak sejak usia dini. Melalui puzzle yang mengangkat Kalosara, Tari Lulo dan Anoa, anak-anak dapat belajar sekaligus mengenal budaya dan kekayaan daerahnya,” ujar I Putu Suastika, STP.

Menurutnya, APE berbasis kearifan lokal memiliki nilai strategis karena dapat menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak dini.

Ia berharap kreativitas yang ditampilkan BKB Mutiara Desa Teporombua dapat menjadi inspirasi bagi kelompok BKB lainnya di Kecamatan Basala dan Konawe Selatan untuk terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang sederhana, edukatif dan sesuai dengan karakter anak usia dini.

“Harapan kami, kreativitas seperti ini terus dikembangkan. BKB bukan hanya menjadi wadah pembinaan keluarga, tetapi juga dapat melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal,” tambahnya.

Keikutsertaan BKB Mutiara Desa Teporombua dalam Lomba Kreasi APE tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus menunjukkan bahwa kader di tingkat desa mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang menggabungkan unsur pendidikan anak usia dini, budaya lokal, dan pengenalan lingkungan dalam sebuah permainan sederhana.

Dengan mengangkat Kalosara, Tari Lulo dan Anoa dalam bentuk puzzle, BKB Mutiara Teporombua membawa pesan bahwa memperkenalkan budaya dan identitas daerah kepada generasi penerus dapat dimulai melalui aktivitas sederhana: belajar sambil bermain.

Reporter : Adi Jaya Saputra