KONAWE SELATAN, RedaksiSultra.Com – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tinanggea terus memperkuat edukasi masyarakat dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting.
Edukasi tersebut menyasar kelompok 3B, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui (busui). Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di Desa Lapoa dan Desa Akuni, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh KB Kecamatan Tinanggea bertindak sebagai pemateri dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga serta pemanfaatan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Kelompok 3B menjadi salah satu sasaran penting dalam edukasi pencegahan stunting karena pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, masa menyusui, hingga periode pertumbuhan anak sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta dapat memanfaatkan program MBG secara tepat dalam mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Koordinator KB Kecamatan Tinanggea, Nani Kusmadi, SKM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok 3B, mengenai pentingnya pemenuhan gizi dalam pencegahan stunting.
“Kami terus memberikan edukasi kepada sasaran 3B, yaitu ibu hamil, balita dan ibu menyusui, agar mereka memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pemenuhan gizi. Pemanfaatan MBG diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” ujar Nani Kusmadi, SKM.
Menurut Nani, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta kesadaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode pertumbuhan anak.
Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga mencakup pola asuh, kebersihan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Karena itu, edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang memiliki balita sangat penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan edukasi di Desa Lapoa dan Desa Akuni diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Melalui peran aktif Penyuluh KB di lapangan, edukasi kepada kelompok 3B diharapkan terus diperkuat sehingga dapat mendukung berbagai program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan terbebas dari stunting.
Reporter: Adi Jaya Saputra











