Konsel. Redaksi Sultra.Com – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Ranomeeto terus menggencarkan pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya memperkuat edukasi kependudukan sekaligus membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Kali ini, pembinaan SSK dilaksanakan di SDN 4 Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diberikan kepada para siswa.
Pembinaan ini merupakan hasil kolaborasi antara perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Sulawesi Tenggara, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ranomeeto, dan Universitas Mandala Waluya Kendari.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Materi PHBS disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, termasuk pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh KB Kecamatan Ranomeeto, Paskaria Bita B. S.Si, mengatakan pembinaan SSK tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan kependudukan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan positif bagi peserta didik.
“Melalui pembinaan SSK ini, kami ingin menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak sejak dini. PHBS merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, berkualitas dan memiliki kesadaran terhadap lingkungan di sekitarnya,” ujar Paskaria.
Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak. Karena itu, edukasi mengenai kesehatan dan kependudukan perlu diberikan secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan berbagai pihak tentu akan memperkuat pembinaan SSK sehingga pesan-pesan tentang kesehatan, kependudukan dan pembangunan keluarga dapat diterima anak-anak dengan cara yang mudah dipahami,” tambahnya.
Sementara itu, Fachri, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulawesi Tenggara, mengatakan pembinaan SSK merupakan langkah penting untuk mengenalkan isu kependudukan dan pembangunan keluarga sejak usia sekolah.
“Pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu langkah penting untuk mengenalkan isu kependudukan dan pembangunan keluarga sejak usia sekolah. Melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, kita ingin membangun kebiasaan positif anak-anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Fachri.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN Sultra, penyuluh KB, perguruan tinggi dan sekolah menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan pembinaan SSK.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat karena pembinaan anak usia sekolah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh KB, perguruan tinggi dan sekolah, edukasi kependudukan maupun kesehatan dapat disampaikan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pembinaan SSK di SDN 4 Ranomeeto juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi. Lebih dari itu, edukasi PHBS diharapkan dapat diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari oleh para siswa.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh KB Kecamatan Ranomeeto bersama mitra kolaborasi terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat sekaligus menanamkan kesadaran kependudukan sejak dini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang berkualitas.
Reporter: Hartato










