KONAWE SELATAN, RedaksiSultra.Com – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Andoolo terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui kegiatan Verifikasi dan Validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 bertempat di Balai KB Kecamatan Andoolo, dengan melibatkan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berperan sebagai kader pendata, verifikasi, dan validasi keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting.
Verval KRS menjadi bagian penting dalam memastikan data keluarga berisiko stunting di wilayah Kecamatan Andoolo tercatat secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Data yang diperoleh melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah intervensi yang tepat bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Hasanuddin, S.Si., mengatakan keterlibatan kader TPK sangat penting dalam mendukung ketersediaan data keluarga risiko stunting yang akurat.
“Verval KRS ini bukan hanya sekadar pendataan, tetapi bagaimana memastikan data yang kita miliki benar-benar sesuai dengan kondisi keluarga di lapangan. Dengan data yang akurat, upaya pendampingan dan intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih tepat,” ujar Hasanuddin.
Menurutnya, koordinasi antara Penyuluh KB dan kader TPK perlu terus diperkuat agar proses pendataan dan pemutakhiran data dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, Penyuluh KB Kecamatan Andoolo, Sabar Supriyadi, A.Md.Komp., menegaskan bahwa kader TPK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kader TPK merupakan ujung tombak dalam proses pendataan di lapangan. Mereka membantu memastikan informasi mengenai kondisi keluarga dapat diverifikasi dan divalidasi sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kegiatan Verval KRS 2026, seluruh kader semakin memahami pentingnya ketelitian dalam melakukan pendataan, termasuk memastikan setiap informasi yang diperoleh dari keluarga sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain mendukung ketepatan sasaran program, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antara Penyuluh KB dan TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Andoolo.
Dengan tersedianya data keluarga risiko stunting yang valid dan mutakhir, diharapkan berbagai bentuk pendampingan dapat diberikan secara lebih terarah, khususnya kepada keluarga yang membutuhkan perhatian dan intervensi.
Penyuluh KB Kecamatan Andoolo bersama kader TPK pun berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas dari risiko stunting.
Reporter: Adi Jaya Saputra











