KONSEL-REDAKSISULTRA.COM – Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Sabulakoa terus memperkuat edukasi kepada kalangan remaja melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), penyuluhan kesehatan reproduksi (kespro), serta edukasi kesehatan dan gizi pada remaja.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di MAS Al-Ikhlas Sabulakoa pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan menyasar para siswa yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, pemenuhan gizi, serta pengetahuan kependudukan sebagai bekal dalam mempersiapkan masa depan.
Penyuluh KB Kecamatan Sabulakoa, Gede Arif Suwinih, S.Kep, dalam penyuluhannya menekankan pentingnya peran remaja sebagai generasi yang harus memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam merencanakan masa depan.
“Remaja perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai kependudukan, kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan. Dengan pengetahuan yang baik, mereka diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab untuk masa depannya,” ujar Gede Arif.
Selain materi kependudukan dan kesehatan reproduksi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi remaja.
Petugas Gizi Puskesmas Sabulakoa, Sitti Rahmi Jamin, S.Gz, memberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan makanan bergizi dan pola hidup sehat dalam menunjang pertumbuhan serta aktivitas remaja.
“Masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan. Karena itu, kebutuhan gizi harus diperhatikan, mulai dari pola makan yang seimbang, konsumsi makanan bergizi, hingga membiasakan perilaku hidup sehat,” jelas Sitti Rahmi.
Menurutnya, edukasi gizi sejak usia remaja penting dilakukan agar para siswa memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan dapat menerapkan kebiasaan makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala MAS Al-Ikhlas Sabulakoa, Herlan, S.H, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluh KB bersama Puskesmas Sabulakoa tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi peserta didik, khususnya anggota PIK-R. Materi tentang kependudukan, kesehatan reproduksi dan gizi sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini,” ungkap Herlan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pembinaan mengenai kesehatan, karakter dan perencanaan masa depan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, gizi, serta berbagai persoalan yang dihadapi remaja.

Melalui kegiatan tersebut, Balai Penyuluh KB Kecamatan Sabulakoa berharap keberadaan PIK-R di lingkungan sekolah dapat semakin optimal sebagai wadah edukasi dan konseling bagi remaja.
Sinergi antara Balai Penyuluh KB, Puskesmas dan pihak sekolah diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih sehat, berpengetahuan, bertanggung jawab, serta memiliki perencanaan kehidupan yang baik sejak dini.
Reporter : Adi Jaya Saputra










