KONAWE SELATAN, REDAKSISULTRA.COM- Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang berkualitas terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Balai Penyuluh KB Kecamatan Sabulakoa bersama pemerintah kecamatan, kepolisian, tenaga kesehatan, dan pihak sekolah menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya NAPZA, kenakalan remaja, serta peningkatan usia perkawinan bagi remaja.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di SMP Negeri 20 Konawe Selatan. Penyuluhan menyasar para pelajar sebagai generasi muda agar memiliki pemahaman yang kuat mengenai berbagai risiko yang dapat menghambat masa depan mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada remaja, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pergaulan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Sabulakoa Abun, S.IP, perwakilan Polsubsektor Sabulakoa Muslimin, S.H, Kepala Puskesmas Sabulakoa I Gede Sila Swastika, SKM., MM, serta jajaran Penyuluh KB, yakni Gede Agus Sudarmawan, A.Md.Kep, Gede Arif Suwinih, S.Kep, dan Susni Haryati.
Turut hadir petugas kesehatan Andi Desti, SKM, serta Kepala SMP Negeri 20 Konawe Selatan I Nyoman Sukadana, S.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, dampak kenakalan remaja, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta pentingnya menunda perkawinan hingga mencapai usia yang matang secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
Pemerintah Kecamatan Dorong Sinergi Perlindungan Remaja
Mewakili pemerintah kecamatan, Sekcam Sabulakoa Abun, S.IP, menyampaikan bahwa persoalan remaja tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, kepolisian, tenaga kesehatan, dan penyuluh KB.
“Remaja merupakan aset penting bagi masa depan daerah. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi dan pendampingan agar mereka tidak terjerumus pada penyalahgunaan NAPZA, kenakalan remaja maupun perkawinan di usia yang belum matang,” ujar Abun.
Ia juga mengajak para pelajar untuk lebih fokus pada pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta membangun pergaulan yang sehat.
Menurutnya, kegiatan penyuluhan seperti ini harus terus diperkuat agar informasi dan pemahaman yang diterima remaja tidak hanya berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh KB: Remaja Harus Berani Mengatakan Tidak
Sementara itu, Penyuluh KB Kecamatan Sabulakoa, Gede Agus Sudarmawan, A.Md.Kep, yang mewakili Koordinator Penyuluh KB Sabulakoa dalam penyampaian materi sekaligus sambutan, menekankan pentingnya membangun kesadaran remaja sejak dini.
Ia mengatakan, masa remaja merupakan fase penting untuk mempersiapkan masa depan. Karena itu, remaja perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
“Kami ingin adik-adik memahami bahwa masa remaja adalah masa untuk belajar, mengembangkan diri, meraih cita-cita dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai masa depan yang sudah direncanakan rusak hanya karena salah memilih pergaulan,” kata Gede Agus.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar berani menolak ajakan yang dapat membawa mereka pada penyalahgunaan NAPZA maupun perilaku negatif lainnya.
“Berani mengatakan tidak terhadap NAPZA, berani menolak kenakalan remaja, dan berani mengatakan belum untuk perkawinan di usia yang belum matang adalah bagian dari keberanian menjaga masa depan. Pilihan hari ini akan menentukan kehidupan kita di masa mendatang,” tegasnya.
Menurut Gede Agus, peningkatan usia perkawinan bukan berarti melarang remaja untuk menikah, melainkan mendorong mereka agar mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum membangun rumah tangga.
“Pernikahan membutuhkan kesiapan, bukan hanya kesiapan secara biologis, tetapi juga mental, pendidikan, kesehatan, emosional, sosial dan ekonomi. Karena itu, mari persiapkan masa depan terlebih dahulu,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kegiatan penyuluhan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan remaja.
Pemerintah kecamatan memberikan dukungan dari sisi kebijakan dan pembinaan wilayah, kepolisian memberikan edukasi mengenai dampak hukum dan sosial dari kenakalan remaja serta penyalahgunaan NAPZA, sementara tenaga kesehatan dan Penyuluh KB memberikan pemahaman mengenai kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehidupan berkeluarga.
Pihak sekolah juga memiliki peran strategis dalam memastikan lingkungan pendidikan menjadi ruang yang aman dan positif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, Balai Penyuluh KB Kecamatan Sabulakoa berharap para pelajar SMP Negeri 20 Konawe Selatan dapat menjadi generasi yang lebih sadar terhadap risiko pergaulan, mampu menjaga kesehatan diri, menjauhi NAPZA, serta memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus berlanjut sehingga upaya menciptakan generasi muda yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan siap membangun keluarga berkualitas dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Reporter: Adi Jaya Saputra









