Scroll untuk baca artikel
Konawe Selatan

Ratusan Pelajar di Angata Diduga Keracunan Usai Santap MBG

172
×

Ratusan Pelajar di Angata Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN- RedaksiSultra.Com- Ratusan pelajar di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rabu(14/10/2026).

Para pelajar yang mengalami keluhan tersebut berasal dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga SMA 10 Konawe Selatan.
Berdasarkan pendataan sementara petugas kesehatan, jumlah pelajar yang telah mendapatkan penanganan mencapai 120 orang. Rinciannya, sebanyak 44 siswa SMA, 3 siswa SMP, dan 73 siswa SD.

Petugas kesehatan menyebutkan, jumlah tersebut masih merupakan data sementara dan masih berpotensi bertambah karena proses pendataan terhadap pelajar yang mengalami keluhan masih terus dilakukan.

“Berdasarkan pendataan sementara yang kami lakukan, jumlah pelajar yang mendapatkan penanganan saat ini mencapai 120 orang. Mereka berasal dari beberapa jenjang pendidikan, yakni 44 siswa SMA, 3 siswa SMP, dan 73 siswa SD. Data ini masih bersifat sementara karena proses pendataan dan pemantauan masih terus dilakukan, sehingga kemungkinan jumlah korban masih dapat bertambah,” ujar Harwani.

Kejadian tersebut mendapat penanganan dari petugas kesehatan Puskesmas Motaha. Para pelajar yang mengalami keluhan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya keluhan pada para pelajar masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Dugaan adanya keterkaitan dengan makanan MBG juga masih menunggu hasil pemeriksaan pihak terkait.

Pihak Puskesmas Motaha bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pelajar serta pendataan apabila terdapat korban tambahan.
Masyarakat, khususnya orang tua siswa, diharapkan tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari petugas kesehatan maupun pihak terkait mengenai perkembangan kondisi para pelajar.

Laporan : Hartato