IAI Rawa AopaKonawe Selatan

Perkuat Pengabdian Masyarakat, IAI Rawa Aopa Gelar Bimbingan Perawatan Jenazah

8
×

Perkuat Pengabdian Masyarakat, IAI Rawa Aopa Gelar Bimbingan Perawatan Jenazah

Sebarkan artikel ini

RedaksiSultra.com-Konawe Selatan. Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perawatan Jenazah bagi mahasiswa penerima KIP-Kuliah yang tinggal di asrama kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 di Kampus I IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai bagian dari program ekstrakurikuler yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, materi yang dibahas berfokus pada persiapan serta adab dalam memandikan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman praktis yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Redaksi Sultra .com

 

Saat membuka kegiatan tersebut, Wakil Rektor III IAI Rawa Aopa, Sardin, S.Pd.I., M.Pd, yang juga bertindak sebagai penyelenggara kegiatan sekaligus pembina KIP-Kuliah menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi di masyarakat yang masih kekurangan tenaga perawat jenazah, khususnya untuk jenazah perempuan.

melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan sosial keagamaan yang dapat menjadi bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh keseriusan dan komitmen.

“Ijazah tentu menjadi hal yang penting bagi mahasiswa. Namun jika mahasiswa juga memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti kemampuan merawat jenazah, maka itu akan menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi para alumni,” ujarnya.

Dalam penyampaian materinya, narasumber Imran, S.Pd.I, yang merupakan mantan Penyuluh Agama di Kecamatan Angata, membagi materi bimbingan menjadi empat bagian utama, yaitu persiapan memandikan jenazah, adab dan etika dalam memandikan jenazah, tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, serta simulasi praktik perawatan jenazah.

Melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa mampu memahami sekaligus mempraktikkan tata cara perawatan jenazah secara benar, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat mereka dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam membantu proses pengurusan jenazah sesuai dengan ajaran Islam.

Laporan: Tim Redaksi